| |
|
|
 |
|
Sekilas Tentang Komputer Grafis (Audio Visual) Rabu, 09 April 08 - oleh : admin
Pengertian Computer Graphic
Mungkin kita semua sudah sering mendengar istilah Computer Graphic. Seiring dengan kemajuan teknologi maka berkembang pula program – program yang berkaitan dengan teknologi tersebut. Sebagai contoh, kita tidak perlu lagi membeli peralatan mahal untuk sekedar memperbaiki kualitas sebuah foto atau membayar pada perusahaan di bidang terkait untuk mengabadikan suatu momen tertentu dalam format video karena sekarang ini kita bisa mendapatkan program atau software yang sesuai dengan keinginan kita.
Pengertian dari Computer Graphic itu sendiri adalah sekelompok atau kumpulan dari berbagai media (image, video, teks, dan suara) yang diolah secara digital melalui sebuah perangkat (computer) sehingga menghasilkan sesuatu yang diinginkan. Computer Graphic dalam hal ini di bagi menjadi 3 golongan besar.
1. Computer Graphic di bidang cetak (Desktop Publishing).
2. Computer Graphic di bidang web dan animasi.
3. Computer Graphic di bidang Animasi dan Video (Motion Graphic).
Computer Graphic di bidang cetak (Desktop Publishing)
Software pendukung :
AdobePhotoshop,Adobe Illustrator, Adobe PageMaker, Adobe InDesign, Macromedia Firework, Macromedia Freehand, CorelDraw.
Format warna : CMYK
Computer Graphic di bidang web dan animasi
Software pendukung :
Adobe Photoshop, Adobe Image Ready, Adobe Go Live, Macromedia DreamWeaver, Macromedia Flash, Macromedia Fire work, Macromedia Freehand
Format warna : RGB
Computer Graphic di bidang animasi dan video
Software pendukung :
Adobe Premiere, Adobe After Effect, 3Ds Max, Maya, Sound Forge
Format warna : RGB
Pengertian Digital Video
Video adalah sekumpulan gambar yang dirangkai dalam suatu waktu. Gambar – gambar tersebut dinamakan frame. Gambar tersebut dimainkan dengan kecepatan yang sangat tinggi (frame per second ) sehingga menciptakan suatu ilusi gerak.
Secara garis besar video dibedakan menjadi :
1. Analog : TV yang anda lihat di rumah, video player yang menggunakan kaset VHS merupakan contoh Video dengan format analog.
2. Digital :VCD atau DVD player adalah contoh Video dengan format Digital Digital Video Editing.
Sebelum munculnya teknologi digital editing, semua proses penyuntingan dilakukan dengan minimal 1 player dan 1 recorder video. Cara ini hanya mengijinkan transisi cut saja. Penggunaan 2 player dan 1 recorder video hanya menyajikan transisi dissolve. Akibatnya apabila pada saat editing ada satu segmen di tengah cerita yang ingin diperpanjang atau diperpendek maka seluruh rangkaian editing di belakangnya harus diulang kembali. Dengan teknik Digital Editing hal tersebut tidak perlu dilakukan. Kita tinggal meng-cut bagian yang kita tidak inginkan, tanpa harus mengganggu konsentrasi bagian lain.
Proses Produksi Digital Video
Proses produksi pada Video di bagi menjadi 3 tahap, yaitu :
A. Pra Produksi (Pre Production)
Sebelum melakukan syuting, lakukan perencanaan :
1. Budgeting : Berapa biaya yang akan di keluarkan untuk membuat sebuah film (lokasi, property, jadwal syuting).
2. Casting : Tentukan siapa saja yang menjadi pemeran dalam video.
3. Script Writing : Tentukan jalan cerita (scenario).
4. Storyboarding : Rentetan gambar yang menerangkan detail pengambilan adegan demi adegan seperti komik.
B. Produksi (Production)
Produksi meliputi pekerjaan syuting. Kita tentu membutuhkan video untuk di edit.
C. Pasca Produksi (Post Production)
Tahap ini di mulai dengan pekerjaan memindahkan data video (capturing) ke dalam format digital didalam computer. Didalam proses editing kita bisa menggabungkan video, membuang video yang jelek, menambah transisi dan lainnya.
Proses Compositing adalah adalah membuat komposisi dari beberapa video menjadi satu. Proses terakhir adalah proses pendistribusian ke umum, yaitu dalam format VCD atau DVD.
Atribut Digital Video
Kompresi
Digital video editing baru berkembang akhir–akhir ini di karenakan bahwa penanganan digital video membutuhkan suatu ruang penyimpanan ( Harddisk ) yang sangat besar. Satu Frame suatu format Video membutuhkan ruang 1.4 Mbyte, berarti 1 detik video membutuhkan sekitar 35 Mbyte. Bayangkan jika kita mempunyai 30 menit Video, berapa ruang harddisk yang kita butuhkan? Untuk itulah di gunakan teknik kompresi. Kompresi di gunakan untuk mereduksi data video. Untuk mengatur kompresi digunakan codec (compressor–decompressor). Codec adalah program yang digunakan untuk menganalisa video dan membuang data yang di anggap tidak perlu.
Format Broadcast (TV)
Setiap Negara mempunyai standar format TV yang di pakai. Ada 3 macam format, yaitu NTSC (National Television Standards Comitte), SECAM (sequential Couleur Avec Memoire) dan PAL (Phase Alternate Line) setiap format memiliki frame rate tersendiri. Frame rate menunjukan berapa banyak gambar yang ditampilkan dalam satu detik.
TimeCode
Menentukan bagaimana frame dihitung dan dibaca. 00:06:51:15 berarti video di putar selama 6 menit 51 detik dan 15 frame.
Frame Size
Menyatakan lebar dan tinggi frame. Misalnya 640 x 480 pixel. Dalam digital video editing, frame size disebut juga dengan resolusi. Makin tinggi resolusi makin bagus kualitas gambar tapi makin banyak informasi yang di simpan sehingga ukuran menjadi besar.
Aspect Ratio
Perbandingan ukuran lebar dan tinggi frame. Standar aspec ratio adalah 4:3 dan untuk motion picture (bioskop) menggunakan aspect ratio 16:9.
Bith Depth
Dalam komputer bit adalah unit terkecil penyimpanan informasi. Bith Depth menyatakan jumlah bit yang disimpan untuk mendeskripsikan warna suatu pixel.
Bit Rate
Sering disebut juga data rate. Atribut ini menentukan jumlah data yang di tampilkan saat video dimainkan.
Standar Negara Frame Rate
NTSC (29,97 fps) digunakan di USA, Jepang, Kanada, Meksiko, Korea.
PAL (25 fps) digunakan di Indonesia, Australia Eropa, Cina.
SECAM (25 fps) digunakan di Perancis, Timur Tengah, Afrika.
Pengenalan Area Kerja Adobe Premiere
Adobe Premiere adalah salah satu software video editing yang popular dan mudah digunakan.
Memilih Editing Workspace
Editing workspace adalah layout untuk bekerja di Premiere. Ada 4 macam mode editing, yaitu :
1. A/B Editing : Untuk mengedit video menggunakan banyak transisi.
2. Single Track Editing : Untuk mengedit video menggunakan banyak cut to cut tanpa menggunakan transisi.
3. Effect Editing : Untuk mengedit video menggunakan banyak effect.
4. Audio Editing : Untuk mengedit video menggunakan banyak audio / suara
Jendela Project
Jendela ini berisi daftar semua klip yang di import kedalam sebuah project.
Jendela Monitor
Jendela ini memiliki 2 bagian yaitu Source View dan Program View Source View berguna untuk melihat movie original. Program View berguna untuk melihat movie yang telah di edit.
Jendela Timeline
Tampilan skematis dari program, termasuk video,audio.
Palet Navigator
Memudahkan anda untuk bergerak di dalam jendela Timeline
Palet Info
Berisi keterangan / Informasi mengenai klip yang di pilih, transisi, posisi kursor dll.
Palet Transition
Berisi efek – efek transisi yang dapat ditambahkan ke video klip.
Untuk meningkatkan performa Premiere perlu di perhatikan :
1. Gunakan 2 buah Harddisk ( Bukan partisi Harddisk ). Satu digunakan untuk program Premiere, satu lagi untuk stracth disk.
2. Gunakan Harddisk yang mempunyai kecepatan lebih tinggi untuk capture dan video preview, gunakan yang lebih lambat untuk audio preview.
3. Jangan menggunakan Harddisk dalam network.
Good luck... kirim ke teman | versi cetak Ada 2 komentar tentang artikel ini :
rfinkpud Senin, 08 Desember 08 - oleh : rfinkpud | | <a href="http://lznhliwe.com">ibpikyfa</a> ahkgirnu http://bcfwtvox.com apifauqt ehszdjty [URL=http://dehcpruf.com]plfmljgg[/URL] |
eKqZgWmEYtXy Rabu, 17 September 08 - oleh : eggLrkglOHaTiYpe | | bt0qRA <a href="http://nxszcubfaccc.com/">nxszcubfaccc</a>, [url=http://cdggxgbchwfu.com/]cdggxgbchwfu[/url], [link=http://javihymznpdu.com/]javihymznpdu[/link], http://dizikovkdflt.com/ |
Formulir Komentar | Peraturan >>
|
|
 |
|
Pengunjung : 75115 orang Sudah dilihat : 404247 kali
|
|
|